Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Rabu, 17 Oktober 2012

Idul Adha Berpeluang Bersamaan


Rukyat Tidak Lihat Hilal


BANTUL (KRjogja.com) - Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Kantor Wilayah Kementerian  Agama Provinsi DIY, Drs  H Zainal Abidin  MPDi mengatakan, hasil rukyatul hilal yang dilakukan di Pusat Obervasi Bulan (POB) Kompleks Makam Syech Bela-belu Parangkusumo Kretek Bantul, Senin (15/10) petang tidak mampu melihat hilal.

Dijelaskan, tidak terlihatnya hilal lantaran lantaran  bulan tenggelam mendahului matahari. “Bulan tenggelam mendahului matahari sehingga  tidak mungkin terlihat,” ujarnya.

Namun hasil dalam rukyat tetap dilaporkan ke Kantor Kementerian Agama Pusat Jakarta sebagai pertimbangan untuk memastikan hari Raya Idul Adha melalui sidang Isbat di Jakarta. Dengan hasil ini besar kemungkinan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha antara NU dan Muhammadiyah akan digelar bersamaan. (Roy)

Sabtu, 18 Agustus 2012

Pengamatan hilal Syawal 1433 H

logo ITB

PRESS RELEASE

Observatorium Bosscha 
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
 
 


Tentang:
Pengamatan Hilal 1 Syawal 1433 H


Hilal
Karena peredarannya mengelilingi Bumi, ada kalanya Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Saat itu terjadi, menurut kita di Bumi, Bulan terletak di dekat Matahari, dan yang menghadap ke kita adalah bagian yang tak bercahaya (bagian malam Bulan). Saat itu disebut dengan bulan mati atau bulan baru. (Secara astronomis, bulan baru didefinisikan sebagai saat bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari. Dengan kata lain yang sering dipakai, saat itu disebut sebagai saat konjungsi Bulan.)

Tak lama setelah terjadinya konjungsi, bulan bergeser semakin ke timur relatif terhadap Matahari. Jika dilihat dari Bumi, Bulan mulai tampak sebagai sabit tipis, yang muncul sesaat setelah Matahari terbenam. Hilal adalah bulan sabit paling tipis yang bisa dilihat mata setelah bulan baru (lihat contoh dalam Gambar 1).

hilal Sya'ban 1433 H
Gambar 1. Hilal Sya'ban 1433 H diamati di Pantai Pondok Bali, Subang, Jawa Barat tanggal 20 Juni 2012 jam 18.05.58 wib. Usia Bulan 19 jam 21 menit (dihitung sejak bulan baru) dengan beda ketinggian Bulan 9,5o dari Matahari dan iluminasi 0,7%. Foto oleh Dr. Dhani Herdiwijaya dengan alat bantu teleskop berdiameter 8 cm (f/6.8), tele-extender 2x, kamera Nikon D90. Waktu bukaan 3 detik dan ISO-400, 300dpi.

Rencana Pengamatan Hilal

Bulan baru terjadi pada tanggal 17 Agustus 2012 jam 23:10 WIB. Oleh karena itu pengamatan hilal akan dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2012 jam 16.00 waktu setempat hingga bulan terbenam. Tim dari Observatorium Bosscha akan disebar di lokasi berikut,
  1. Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat
  2. Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung, Lampung
  3. Bangkalan, Madura, Jawa Timur
  4. Kupang, Nusa Tenggara Timur
  5. SPD LAPAN, Biak, Papua 
  6. Atap Mall GTC, Jl. Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan
  7. Taman LOANG BALOQ Tanjung Karang, Ampenan Mataram, NTB
bergabung dengan (satu atau beberapa) tim dari LAPAN, BMKG, Kementerian Agama, UPI Bandung, Universitas Lampung, UIN SUSKA, UNRAM, UNHAS, RHI Yogyakarta, CASA-Assalam dan Kudus Astronomi Club, dan lain-lain.

Kegiatan pengamatan ini merupakan program bersama yang dikoordinasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan didukung oleh PT. Telkom.

Pengamatan akan ditayangkan secara online melalui web streaming di halaman http://bosscha.itb.ac.id/hilal dan http://hilal.kominfo.go.id. Tujuan dari penayangan ini adalah untuk mengajak masyarakat menyaksikan hilal bersama-sama dan menunjukkan penggunaan alat bantu (teleskop) dalam pengamatan hilal.

Posisi Bulan pada Tanggal 18 Agustus 2012
Tanggal 18 Agustus 2012, ketinggian bulan sekitar 5,5o di atas cakrawala pada saat Matahari terbenam. Bulan akan terbenam 32 menit setelah Matahari terbenam. Probabilitas melihat hilal pada saat itu diperkirakan cukup sulit dengan mata telanjang, tetapi cukup baik dengan bantuan peralatan.

Tabel 1. Data astronomis untuk pengamat hilal di Observatorium Bosscha (6o 49’  30” LS & 107o 36’ 59” BT) adalah sebagai berikut:

Data    Tanggal 18 Agustus 2012
Matahari terbenam    jam 17:56 WIB
Bulan terbenam    jam 18:27 WIB
Usia bulan (saat Matahari terbenam)    18 jam 46 menit
Tinggi bulan saat Matahari terbenam (toposentris)     5o 28' 15"
Beda azimuth Bulan dan Matahari (saat Matahari terbenam)    -7o 10' 57"
Jarak sudut (elongasi) Bulan-Matahari, saat Matahari terbenam    10o 26' 19"
Posisi Bulan relatif terhadap Matahari    Di sebelah kiri atas matahari 





Posisi bulan (toposentris) saat Matahari terbenam tanggal 18 Agustus 2012.


Awal Syawal 1433 H
Hasil pengamatan yang didapat oleh Observatorium Bosscha dan lembaga/institusi lain akan dilaporkan (oleh yang berwenang, dari pihak Kementerian Agama setempat) ke sidang itsbat di Jakarta untuk menentukan awal Syawal 1433 Hijriah.

Observatorium Bosscha tidak pernah membuat pernyataan tentang kepastian kapan bulan Syawal dimulai. Sebagai institusi penelitian astronomi, Observatorium Bosscha hanya merilis data astronomi, berikut peluang dapat/tidaknya hilal terlihat. Selanjutnya, Observatorium Bosscha menyerahkan keputusan penentuan awal bulan Syawal kepada pemerintah melalui Kementerian Agama.



Lembang, 10 Agustus 2012

Senin, 06 Agustus 2012

NASA Menyembunyikan Misteri Di Sebalik Kota Mekah


Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Allah telah menjadikan Kaabah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia.” (Surah Maa’idah: 97)
“Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah yang terletaknya Kaabah adalah pusat kepada planet Bumi.”

Sebenarnya di dalam Al-Quran terlebih dahulu membicarakan perkara ini, sebagai hamba Allah yang diberikan akal fikiran perlulah meneliti dan berfikir disebalik rahsia-rahsia yang terkandung didalam ayat-ayat suci Al-Quran Al-Karim.
Diantara Kalam-kalam Allah Ta’ala mengenai Mekah Pusat Bumi
Firman Allah yang bermaksud:
“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya (negeri-negeri di sekelilingnya).” (asy-Syura: 7)
Kata “Ummul Qura” bererti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya, menunjukkan Mekah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
Lebih dari itu, kata “ummu” (ibu) mempunyai erti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Mekah juga merupakan sumber dari semua negeri lain serta keunggulan di atas semua kota.


Allah berfirman lagi yang bermaksud:
“Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan).” (ar-Rahman: 33)
Kata “aqthar” adalah bentuk jamak dari kata “qutr” yang bererti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Berdasarkan ayat ini dapat difahami bahawa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu bererti bahawa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat kaabah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.
Nabi Muhammad SAW bersabda maksudnya: “Wahai orang-orang Mekah, wahai orang-orang Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit.”
Berdasarkan penelitian di atas, bahawa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahawa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. – (Dipetik dari Eramuslim “Makkah Sebagai Pusat Bumi” Oleh Dr. Mohamad Daudah)


Neil Amstrong membuktikan bahwa kota Mekah yang terletaknya Kaabah adalah pusat kepada planet Bumi, sedangkan Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu telah berbicara mengenai kota Mekah dan kaabah adalah pusat bumi ini.
Ketika kali pertama Neil Amstrong melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata bertumpu di area yang sangat gelap, dan di manakah ia berpusat?.” Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Para angkasawan telah menemui bahawa planet Bumi itu mengeluarkan satu radiasi, secara rasmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut hilang dan seperti ada alasan tersembunyi di sebalik penghapusan lama web tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyatalah radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, dan tepatnya berasal daripada Kaabah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berakhir). Perkara ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjutan. Para peneliti Muslim mempercayai bahawa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Kaabah di planet Bumi dengan Kaabah di alam akhirat.


Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, di mana apabila kita mengeluarkan kompas di kawasan tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali kerana daya tarikan yang sama besar antara kedua kutub .
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka dia akan hidup lebih lama, lebih sihat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan graviti. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Kaabah, maka seakan-akan diri kita dicas oleh suatu tenaga misteri yang menyebabkan kita bertenaga ketika mengelilingi kaabah dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya menyatakan bahawa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga boleh terapung di air. Di sebuah muzium di negara Inggeris, terdapat tiga buah potongan batu tersebut (dari Kaabah) dan pihak muzium juga mengatakan bahawa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem suria kita.


Rasulullah SAW bersabda:
“Hajar Aswad itu diturunkan dari syurga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.” (Jami’ al-Tirmidzi al-Hajj)

“Hajar Aswad dari batu-batuan Syurga dan tidak ada suatu benda di bumi yang turunnya dari Syurga selain batu itu.” (HR. Thabrani)
Wallahu’alam….

Minggu, 29 Juli 2012

“Sebuah Renungan Tujuh Menit “ Abu Aqdam


Marhaban Ya Ramadlon

Ketika kita mengharap bertemu dengan tamu agung yang kita gadang-gadang dan dinantikan kedatangannya sejak dua bulan sebelumnya “Allahumma bariklana Fi Rajaba Wa Sya’bana Wa balighna Ramadlona” di penghujung bulan kemudian maka terucap “Marhaban Ya Ramadhan”

Kata "Marhaban" adalah kata seru untuk menyambut dan menghormati tamu atau selamat datang. Sama dengan ahlan wa sahlan yang juga berarti selamat datang. Walaupun, keduanya berarti selamat datang tetapi penggunaannya berbeda. Para Ulama tidak menggunakan ahlan wa sahlan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, melainkan marhaban ya Ramadhan.  

Ahlan diambil dari kata ahl yang berarti mudah, juga berarti dataran rendah, karena mudah dilalui. Ahlan wa sahlan itu ungkapan selamat datang.

Sedangkan marhaban berasal dari kata rahb yang berarti "luas" atau "lapang", sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang disambut  dan diterima dengan lapang dada/dada lapang, penuh kegembiraan serta dipersiapkan baginya ruang yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya.

Dari akar kata yang sama "marhaban", terbentuk kata rahbat yang antara lain berarti "ruangan luas untuk kendaraan, untuk memperoleh kebaikan atau kebutuhan pengendara guna melanjutkan perjalanan". 

Marhaban Ya Ramadhan berarti selamat datang Ramadhan mengandung arti bahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan menggerutu dan menganggap kehadirannya mengganggu ketenangan atau suasana nyaman kita. 

Marhaban ya Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci Ramadhan, karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Allah SWT. 
Ada gunung tinggi yang harus ditelusuri guna menemui Allah SWT, itulah nafsu. Di gunung itu ada lereng yang curam, belukar yang lebat, bahkan banyak perampok yang mengancam serta iblis yang merayu agar perjalanan tidak dilanjutkan. 

Bertambah tinggi gunung didaki bertambah lebat ancaman dan rayuan, semakin curam dan ganas pula perjalanan. Tetapi jika tekad tetap membaja sebentar lagi akan tampak cahaya terang benderang dan saat itu akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampak tempat-tempat indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernih untuk melepaskan dahaga. 

Dan bila perjalanan dilanjutkan akan ditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafir bertemu dengan kekasihnya, Allah SWT. 

Demikianlah kurang lebih perjalanan itu dilukiskan, tentu kita perlu mempersiapkan bekal guna menelusuri jalan itu. Benih-benih kebajikan yang harus kita tabur di lahan jiwa kita. Tekad yang membaja untuk memerangi nafsu agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat tarawih dan tadarus, serta siangnya dengan ibadah kepada Allah SWT melalui pengabdian untuk agama, bangsa dan negara.
---------------------------------------------
"Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Jika saling mengenal mereka rukun tetapi jika tidak saling mengenal, mereka beselisih."

Rabu, 25 Juli 2012

FIQIH ROMADLON


Secara bahasa memiliki arti menahan.Dalam istilah syara’ memeiliki arti menahan dari perkara yang dapat membatalkannya dimulai dari terbit fajar sampai matahari terbenam disertai niat khusus
Dasar wajib puasa firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 183 :

$yg•ƒr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä |=ÏGä. ãNà6ø‹n=tæ ãP$u‹Å_Á9$# $yJx. |=ÏGä. ’n?tã šúïÏ%©!$# `ÏB öNà6Î=ö7s% öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÑÌÈ  
yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)
Awal diwajibkan puasa pada bulan sya’ban tahun kedua hijriah.
Hikmah: menahan hawa nafsu, mengurangi syahwat, menjaga diri dari maksiat dan menumbuhkan rasa social dan solidaritas yang tinggi bagi orang yang memiliki kelebihan harta dengan merasakan betapa susahnya lapar dan menderitanya orang miskin.

Syarat sah puasa
1. Islam
2. Berakal
3. Bersih dari haid dan nifas
4. Mengetahui waktu diperbolehkan untuk berpuasa.
Berarti tidak sah puasa orang kafir, orang gila walaupun sebentar, perempuan haid atau nifas dan puasa diwaktu yang diharamkan berpuasa seperti hari raya atau hari tasyriq.
Adapun perempuan yang terputus haid atau nifasnya sebelum fajar maka puasanya tetap sah dengan syarat telah niat, sekalipun belum mandi sampai pagi.

Syarat wajib puasa

Kamis, 12 Juli 2012

Menularkan Kuman Pengetahuan dengan Jurnalistik

Di Ponpes Al-Islam Yogyakarta
Menularkan Kuman Pengetahuan dengan Jurnalistik
Di zaman yang serba maju ini, santri di pondok pesantren (ponpes) dituntut untuk serba bisa, tidak terkecuali dalam bidang tulis menulis. Maka guna meningkatkan kemampuan tulis menulis santri di pompes Al Islam Yogyakarta, pengurus ponpes mengadakan pelatihan jurnalistik dengan pembicara Y.B. Margantoro dari Harian Bernas Jogja.

”Pelatihan ini diperuntukkan bagi santri dan undangan dari perwakilan ponpes lain se kota Yogyakarta. Saya berharap ke depan, pelatihan jurnalistik seperti ini terus berlanjut.” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Islam Yogyakarta Endarka Hana, SH ketika ditemui di ponpes setempat, Jalan Bantul Km 2, Gedongkiwo MJ I/814-890 Yogyakarta, kemarin.

Hari Sabtu (7/7/2012) ini, di kampus AKAFARMA Al-Islam Yogyakarta, Ponpes Al-Islam Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bertajuk Menularkan Kuman Pengetahuan dengan Jurnalistik. Kepanitiaan ini diketuai M. Khoirul Rizal Amri dan Sekretaris Din Nabila Faristina.

Menurut Endarka Hana, SH., Pondok Pesantren Al Islam berdiri di bawah naungan Yayasan Al-Islam Yogyakarta. Sejak tahun 1973, Yayasan Al-Islam Yogyakarta mulai berkiprah di bidang pendidikan, sosial dan agama melalui pendidikan formal dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan Perguruan Tinggi. Kemudian pada tahun 1985 dimulai kegiatan Pengajian Sewelasan, Pengajian Mujahadah, Majlis Semaan Al-Qur’an dan kegiatan lainnya.

Pada tahun 1995 mulailah dirintis pesantren yang merupakan cikal bakal Pondok Pesantren Al Islam Yogyakarta. Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan non formal yang sangat efektif, efisien dan multidimensi. Dari sinilah akan muncul kader-kader mulim yang berbobot, berkualitas, profesional dan berakhlaq karimah.

Visi ponpes ini adalah Iman-Ilmu-Amal-Trampil-Mandiri (Membentuk insan berakhlaq karimah, berilmu, beramal san trampil sehingga menjadi insan yang bermanfaat fiddin wadunya wal akhirih).

Misinya adalah menyelenggarakan pendidikan bernuansa Islami; membekali wawasan keilmuan; menumbuhkan kepekaan sosial; meningkatkan ketrampilan di bidang teknologi, seni dan olahraga; mengembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan.

Mengenai kegiatan di pesantren, Endarka Hana menjelaskan, meliputi kegiatan sekolah di SMP Islam dan SMA Sultan Agung serta kegiatan kepesantrenan yang dapat mendukung pelajaran di sekolah.

”Materi kepesantrenan meliputi program tahfidzul Qur’an, sorogan Al-Qur’an (individu), nahwu shorof, fiqh, tafsir, hadits, akhlak, tasawuf, mujahadah, kitobah, dan lain-lain,” kata dia. (n1/n2/n3)

Sumber : Harian Bernas Jogja Sabtu Pahing, 7 Juli 2012

"MENGABDI UNTUK BERBAKTI"

___________________________

Powered by: Blogger