Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Kamis, 10 Desember 2015

Luruskan Niat, Bakar Semangat, Perbanyak Baca Quran Dan Shalawat

Alhamdulillah kita semua bisa menghadiri acara yang baik, mulia, utama, dan semoga diridhai oleh Allah swt., yakni majlis untuk menjaga hapalan Al-Quran. Karena, jika sudah memiliki hapalan Al-Quran lantas lupa, maka dosanya teramat besar. Salah satu bentuk maksiat lisan yakni jika sudah diberi anugerah berupa Al-Quran tetapi kok tidak digunakan untuk nderes.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda;

عرضت علي ذنوب أمتي فلم أر ذنبا أعظم من سورة من القرأن أو آية أوتيها رجل ثم نسيها
 
"Aku diperlihatkan oleh Allah semua dosa ummatku, tidak kulihat dosa yang lebih besar daripada orang yang dianugerahi bisa hapal satu ayat atau satu surat tetapi melupakannya.”
 
Apalagi jika satu Al-Quran yang dilalaikan.
 
Mengapa bisa menjadi dosa besar? Karena Al-Quran merupakan Kalamullah yang dimuliakan oleh Allah sendiri. Sesuatu yang Allah muliakan kok disepelekan. Maka anak-anak kalau sudah pulang ke rumah, berumah tangga atau bekerja, jangan sampai dilupakan Al-Qurannya. Dijaga. Syukur-syukur bisa seminggu sekali khatam. Atau paling tidak ya sebulan sekali khatam. Tanggal satu (bulan hijriyah), baca juz satu, tanggal dua baca juz dua, pelan-pelan, tartil, tanggal tiga baca juz tiga, dan seterusnya sampai tanggal tiga puluh baca juz tiga puluh, kalau satu bulan hanya dua puluh sembilan hari ya terakhir itu baca dua juz sekaligus.
 
Atau seperti penuturan salah satu santri Mbah Kiai Sirojan Muniro (Kediri); setiap jum’at dipaksa baca hapalan satu juz, jadi sebulan setidaknya dapat empat juz. Disimak oleh teman-teman, atau membaca sendiri. Jadi misalkan syawalan kali ini sudah berani baca sepuluh juz, ya tahun depan semoga bisa baca dua puluh atau tiga puluh juz sekalian. Ya harus punya himmah untuk itu.
 
Para sesepuh terdahulu memang ampuh, termasuk karamah Mbah Kiai Munawwir. Salah seorang murid beliau, Mbah Kiai Rifa’i (Giwangan), sering dimimpikan beliau ketika hapalannya agak ‘ruwet’. Ini ya karena kiainya ampuh, santrinya juga ampuh. Lagi-lagi didatangi beliau dalam mimpi. Jadi beliau sampai saat ini masih nderes, melancarkan lagi.
 
Majlis khataman seperti ini didatangi enam puluh ribu malaikat sebab kemuliaannya. Bahkan Mbah Kiai Arwani Amin (Kudus) menyatakan, tidak kurang dari enam puluh ribu itu, jadi bisa saja lebih dari enam puluh ribu malaikat.
 
إذا ختم العبد القرأن صلى عليه عند ختمه ستون ألف ملك
 
Bahkan di hadits lain, disebutkan bahwa ada lagi empat ribu malaikat yang mengamini doa dari enam puluh ribu malaikat tersebut. Padahal doa satu malaikat saja sudah ampuh.
 
Makanya, manfaatkan kesempatan seperti khataman ini, atau dalam sema’an rutin, termasuk untuk latihan juga. Kalau bisa ya pelan-pelan saja bacanya, meskipun susah. Tapi dibaca cepat ya silakan, asalkan masih bisa disimak dan jelas huruf-hurufnya. Jika bisa membaca pelan dengan baik, itu berarti memang benar-benar sudah lancar. Seperti halnya ketika membaca Surah al-Fatihah.
 
Maka dari itu, terkait khataman al-Quran ini, dahulu ada sahabat yang jadi ‘intel’, yakni Anas bin Malik, hobinya mencari-cari orang yang sedang mengkhatamkan al-Qur’an, untuk disodaqohi manisan atau kurma dan dimintai doa. Karena doa orang yang mengkhatamkan al-Qur’an diijabah oleh Allah.
 
وادع و انت موقن الإجابة # دعاء من يختم مستجابة
 
Mintalah dengan yakin akan terkabul, sebab permintaan orang yang mengkhatamkan al-Quran adalah mustajabah. Maka, kita harus mantap dalam meminta kebaikan bagi kita, keluarga, saudara, dan keturunan kita, kebaikan dunia dan akhirat.

Selain itu, syafa’at al-Quran juga luar biasa. Tidak ada pertolongan yang lebih agung derajatnya daripada syafa’at al-Quran, baik itu syafa’at malaikat maupun syafa’at para utusan.

ما من شافع أعظم عند الله منزلة من القرأن لا ملك ولا رسول
 
Karena syafa’at al-Quran menjaga orang tersebut sehingga tidak sempat tercebur ke dalam neraka, sedangkan syafa’at yang lain menolong seseorang setelah orang tersebut terpeleset menuju neraka.
 
و إن كتاب الله أوثق شافع # و أغنى غناء واهبا متفضلا
 
Dan sesungguhnya Kitab Allah lebih bisa dipercaya pertolongannya, ya dengan syarat harus benar bacaannya, baik panjang pendeknya.
 
Nah para santri, nanti jika kalian sudah menjadi ahlul quran yang digelari sebagai ahlulloh wa khosshotuh, harus baik tingkah lakunya,akhlaqnya, harus disesuaikan, selaras dengan apa yang dijaga. Jangan sampai kita menjadi apa yang didawuhkan Rasulullah; betapa banyak orang membaca al-Quran tetapi justru dilaknat oleh al-Quran itu sendiri.
 
Maka itulah, mari kita baca dengan baik, kita pahami, kita ketahui maknanya, lalu tentunya kita amalkan. Quran melarang berbohong, tapi kok masih suka bohong. Allah melarang berbuat dzalim, tapi kok masih kerap berbuat dzalim. Jangan sampai begitu.
 
Dan kalau wiridan nggak perlu model-model, apalagi cari kejadugan. Yang penting istiqomah nderes Quran. Mbah Kiai Sya’roni Ahmadi (Kudus) mengatakan; kalau sudah dikasih ampuh oleh Allah berupa al-Quran, masih kurang apalagi?

ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه إلا نزلت عليهم السكينة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده

Tidaklah berkumpul orang-orang di Rumah Allah, baik itu berupa masjid, langgar, atau di rumah masing-masing, saling membaca Kitab Allah, yakni al-Quran dan saling mudarosah, yakni salah seorang membaca dan yang lain menyimak, begitu terus secara bergantian, kecuali mereka itu akan dikaruniai ketenangan, tidak sumpek menjalani kehidupan, sebab dipayungi anugerah dari Allah, dan dijaga oleh para Malaikat, serta disebut-sebut, dibanggakan oleh Allah di alam malakut, di hadapan para malaikat.
 
Ya jadi kalau sudah mendapat naungan ketenangan dari Allah, penjagaan dari para malaikat, dan dibanggakan oleh-Nya, sudah lebih daripada kejadugan.
 
Alhamdulillah, dalam rangka mewujudkan ketenangan dan kedamaian hidup inilah kita sama-sama nderes, yang setahun sekali seperti Syawalan ini, maupun yang sebulan sekali.
 
Saya berwasiat kepada santri-santri, tatalah niat dalam menjaga al-Quran, yakni demi Ridha Allah semata. Khususnya kepada santri yang sudah di rumah, jangan sampai ingin memamerkan al-Quran, agar diundang, agar disanguni. Asalkan sudah ikhlas, ya rejeki bakal datang sendiri, tentu disertai dengan ikhtiar lahir semampunya. Mampunya dagang ya dagang, kerja ya kerja.
 
Pokoknya luruskan niat. Jangan sampai kita membaca al-Quran, bukannya mendapat pahala dan syafaat, melainkan justru dilaknat oleh al-Quran. Kita muhasabah masing-masing.
Ya asalkan rajin, mempeng, insyaallah dicukupi oleh Allah.
 
من شغله القرأن عن ذكري و مسألتي أعطيته أعظم ما أعطى السائلين

Orang yang tidak sempat meminta, dengan dzikir dan doa yang bermacam-macam, tetapi sibuk menjaga al-Quran, pokoknya nderes, nderes, nderes. Maka dia akan Allah karuniai dengan hal yang lebih agung dari apa yang diminta oleh para peminta.

Maka dari itu, perbanyaklah membaca al-Quran, dalam rangka menjaga karunia tersebut, terutama di waktu-waktu yang utama seperti bulan Ramadhan. Syukur-syukur dibaca di dalam shalat lima waktu.
Apalagi kalau sudah sibuk dengan kesibukan-kesibukan, jangan dilupakan al-Qurannya. Meskipun sibuk dengan hal-hal yang fardhu ‘ain. Jika dilupakan, dosa. Ngaji yang lain ya monggo, asalkan jangan dikesampingkan Qurannya. Mau kuliah, silakan S1, S2, atau S3, ya monggo, tapi jangan sepelekan al-Qurannya, harus tetap dijaga.

Menikah, kalau mempeng nderesnya ya nanti dapat. Kalau istiqomah nderes, besok ya dapat istri yang cantik. Pokoknya harus sibukkan waktumu dengan al-Quran, meski tidak sempat meminta ya bakal dikasih, insyaallah.

Menghapal al-Quran memang tidak mudah, apalagi menjaganya. Terutama jika sudah sibuk, maka harus punya semangat yang kuat. Jika sudah semangat dan berusaha sungguh-sungguh, tetapi masih ‘lepas-lepas’ hapalannya ya dima’fu, asalkan sudah benar-benar berusaha.

Terakhir, seperti sering disampaikan Pak Hafidz (Krapyak, adik Kiai Najib), jika ingin hidup mujur, bejo, mulia, harus memperbanyak membaca al-Quran, dan juga perbanyak shalawat. Minimal shalawat yang pendek seperti;
 
صلى الله على محمد
 
Atau shalawat thibbul quluub, kaamilah, munjiyah, dan lain-lainnya. Demikian saja apa yang bisa saya sampaikan.

إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
إلى حضرة النبي المصطفى سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم
ثم إلى حضرة آبائه وإخوانه من الآنبياء والمرسلين
وعلى آلهم و أصحابهم و الملائكة المقربين عليهم الصلاة والسلام
شيء لله لهم الفاتحة

*Sumber: mau’idzah Romo KH Muhammad Najib Abdul Qodir dalam Khotmil Qur’an, rangkaian acara Syawalan Madrasah Huffadh 1 Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, di Magelang, 16 September 2012. (http://www.almunawwir.com/2012/09/luruskan-niat-bakar-semangat-perbanyak.html)

Senin, 02 November 2015

Hikmah : Karomah Lelaki Beristri Cerewet

Cerita berikut ini bisa kita baca dalam kitab Uqûdul Lujjain karya Syekh Nawawi al-Bantani. Alkisah, seorang saleh mengunjungi rumah saudaranya yang juga terkenal saleh. Sebut saja Dullah dan Darsun. Setidaknya tiap tahun Dullah pergi menjumpai saudaranya itu.

Kali ini hampir saja Dullah tak bertemu Darsun. Begitu mengetuk pintu, yang terdengar adalah suara istri Darsun, "Siapa?"


"Saya saudara suamimu, datang untuk mengunjunginya"



"Suamiku sedang mencari kayu. Semoga ia tidak dikembalikan Allah ke rumah ini lagi." Dari balik pintu itu istri Darsun kemudian terus mencaci-maki suaminya. Habis-habisan.



Dullah hanya bisa menelan ludah, hingga akhirnya ia melihat Darsun pulang membawa kayu bersama seekor singa. Ya, Darsun meletakkan kayu itu di atas punggung binatang yang terkenal buas itu.



Sembari menurunkan kayu dari punggung singa, Darsun berujar kepada istrinya, "Kembalilah ke dalam. Semoga Allah memberkatimu," katanya yang lantas mempersilakan Dullah masuk ke dalam rumah.



Sambil mengucapkan salam, Darsun menampakkan air muka gembira menyambut kunjungan saudaranya itu. Tak lupa ia sajikan makanan untuk Dullah. Pertemuan pun terasa cair dan hangat.



Dullah lalu berpamitan. Tapi satu hal yang tetap menancap di pikiran Dullah: kekagumannya terhadap kesabaran Darsun menghadapi istrinya yang super cerewet, gemar mengolok suami sendiri, bahkan seperti melaknatnya. Darsun tak membalas lemparan kotoran dengan lemparan serupa.



Tahun berikutnya, Dullah berkunjung lagi. Sesaat selepas mengetuk pintu, sambutan ramah datang dari istri Darsun. Ucapan "Selamat datang" meluncur, disusul dengan pujian terhadap tamu. Perempuan itu juga memuji Darsun sembari menunggunya pulang.



Seperti biasa, Darsun pulang dengan membawa kayu bakar. Hanya saja, hari itu ia tak lagi bersama singa. Beban kayu bakar ia pikul sendiri di atas pundak. Darsun terlihat kian payah. Tapi sambutan yang menyenangkan terhadap saudaranya itu tidak berubah.



Tentang dua suasana berbeda yang ia alami, sebelum pamit Dullah memberanikan diri bertanya kepada Darsun. Mengapa perempuan yang menyambutnya berbeda dari perempuan tahun sebelumnya? Kemana pula singa perkasa yang dulu menggotong kayu itu?



Darsun memberi tahu, "Saudaraku, istriku yang berperilaku tercela itu telah meninggal dunia. Aku berusaha sabar atas perangai buruknya, sehingga Allah memberi kemudahanku untuk menaklukkan singa. Karena kesabaranku itu. Lalu aku menikah lagi dengan perempuan salehah. Aku sangat berbahagia dengannya. Hingga singa itu dijauhkan dariku, dan memaksaku memikul sendiri kayu bakarku."



Apa yang diceritakan Syekh Nawawi ini tentu bukan ingin melegitimasi perangai buruk seorang istri. Karena dalam kitab yang sama, ia berulang kali mengharuskan perempuan bersikap patuh dan menjaga tata krama terhadap suami.



Pesan moral dititikberatkan kepada cara suami menyikapi perilaku istri. Ketika situasi mendesak suami menghadapi kemungkinan terburuk, maka bersabar adalah langkah paling bijak. Sabar berarti kuat, bukan lemah, apalagi kalah. Sabar juga bisa menjadi modal dasar bagi usaha untuk memperbaiki. Kemenangan dan kemuliaan Darsun dalam kisah tersebut tercermin dari keistimewaan yang ia peroleh, sebagai imbalan dari kesabarannya yang luar biasa itu.



Hal sama juga bisa terjadi sebaliknya, yakni ketika istri terpaksa menghadapi perilaku suami yang jauh dari dambaan. Kesabaran adalah pilihan utama. Karena, sebagaimana dikutip Syekh Nawawi, Rasulullah bersabda:


مَنْ صَبَرَ عَلىَ سُوْءِ خُلُقِ زَوْجَتِهِ أَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَا أَعْطَى أَيُّوْبَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ مِنَ الأَجْرِ وَالثَوَابِ


"Siapa yang bersabar atas perangai buruk suami(istri)nya maka Allah memberinya ganjaran yang setimpal dengan anugerah yang diberikan kepada Nabi Ayub 'alaihis salam..."


*) Dullah dan Darsun adalah nama rekaan yang tak disebut Syekh Nawawi. Keduanya digunakan sekadar untuk memudahkan cerita.

Sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,62314-lang,id-c,hikmah-t,Karomah+Lelaki+Beristri+Cerewet-.phpx

Selasa, 20 Oktober 2015

Video As-Sayyid Alwi Al Maliky : Mengupas faham - Faham Yang Harus di Luruskan

Written By عبدالله مستغفرين on 01 Oktober 2015 | 6.06 AM

Assalamu alaikum Sahabat kali ini saya ingin menampilakn video dialog spectakuler dari Ulama Besar, Ulama Muhaddist (Hafalan Ribuan Hadist), Ulama yang Ahli dibidang Tauhid dan tentunya menjadi rujukan seluruh ulama sunni beliau adalah Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad Alawi AL Maliki dalam kitab MAFAHIM YAJIBU AN TUSHAHHAH
Dalam video ini berbahasa arap namun telah diterjemahkan oleh Ust. Muh. Ali Rahbini
Tema yang dalam dialoq : 
  • Pengkafiran (Taqfir) dan Vonis Sesat (Tadhlil) secara gegabah
  • Dampak Dab Pengaruh dari sikap taqfir
  • Ekstremisme dan Terorisme
 Semoga bermanfaat, silahkan dishare di facebook, twiter, maupun blog kawan. dengan menyebar kebaikan itu kita menjadi islam rahmatan lil alamin.
 
Silahkan di Share

8 Santri Al Islam Ikut MQK DIY 2015 Di Kulon Progo

Delapan santri Al Islam Jogja hari ini Selasa, 20 Oktober 2015 bersama Kafilah Kota Yogyakarta lainnya berangkat ke Kulon Progo mengikuti MQK tingkat DIY tahun 2015 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Haramain Sentolo Kulon Progo.

Kedelapan santri tersebut adalah :
  1. Iftitah Isykarima, Akhlak, Kitab Ta'lim Muta'alim (Putri)
  2. Sayyidatur Rofi'ah, Fiqih, Kitab Sulam Taufiq (Putri)
  3. Fahmi Agustian, Fiqih, Kitab Sulam Taufiq (Putra)
  4. Rizqa Ardia, Tarikh, Kitab Khulashoh Nurul Yaqin (Putri)
  5. Novi A Masykuroh, Akhlak, Kitab Kifayatul Atqiya (Putri)
  6. Muhammad Yogi Irawan, Balaghah, Kitab jauharul maknun (Putra)
  7. Nurchasanah, Tarikh Kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum(Putri)
  8. Fatimah, Kitab Ihya Ulumuddin (Putri)









Selasa, 13 Oktober 2015

Santri Al-Islam Raih 14 Juara MQK 2015 Kota Jogja

Santri Al-Islam Jogja berhasil meraih prestadi juara pada MQK (Musabaqah Qiratul Qutub) Kota Yogyakarta tahun 2015 yang berlangsung di Kantor Kemenag Kota Yogyakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2015. Lomba Kitab Kuning ini dalam rangka seleksi wakil Kota Yogyakarta untuk mengikuti MQK tingkat DIY yang akan datang di Kabupaten Kulon Progo.

Para santri Al-Islam Yogyakarta yang berhasil meraih prestasi juara adalah :

  1. Iftitah Isykarima Juara 1 Putri, Kitab Akhlak, Ta'lim Muta'alim
  2. Rani Septiana Juara 3 Putri, Kitab Akhlak, Ta'lim Muta'alim
  3. Sayyidatur Rofi'ah Juara 1 Putri, Fiqih Kitab Sulam Taufiq
  4. Rahma Nurul F Juara 3 Putri, Fiqih Kitab Sulam Taufiq
  5. Fahmi Agustian Juara 2 Putra Fiqih, Kitab Sulam Taufiq
  6. Rizqa Ardia Juara 2 Tarikh Putri, Kitab Khulashoh Nurul Yaqin 
  7. Laili Nur Avidatuz Zakia Juara 3 Putri Akhlaq Kitab Kifayatul Atqiya
  8. Novi A Masykuroh Juara 2 Putri Akhlaq Kitab Kifayatul Atqiya
  9. Muhammad Yogi Irawan Juara 2 Balaghah Putra Kitab jauharul maknun
  10. Nurchasanah Juara 1 Putri Tarikh Kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum
  11. Faroq Faraqih Juara 3 Putra Tarikh Kitab Rakhutul Makhtum
  12. Arinin Nadhifah Juara 3 Putri Kitab Alfiyah (Syarah Ibnu Aqil)
  13. Annisa Fitri Juara 3 Putri Hadits Kitab Syarah An Nawawi 'ala shohih Muslim
  14. Fatimah Juara 2 Putri Kitab Ihya Ulumuddin

Untuk selanjutnya para juara satu dan dua masing-masing cabang nantinya akan mewakili kota Yogyakarta pada MQK tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2015 di Pondok Pesantren Nurul Haromain, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo.

Selasa, 06 Oktober 2015

Launching Roket Air Al-Islam

Santri-santri Al-Islam Jogja melaunching Roket Air pada Ahad, 4 Oktober 2015 tepat jam 10.00 WIB di lapangan Condronegaran Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan ekstrakurikuler yang dibimbing oleh Rifqi Ramadani, SPd. guru IPA SMP Islam Yogyakarta.

Pada Ahad kemarin tampak antusias para santri mengikuti kegiatan tersebut bahkan secara simbolik diluncurkan sebanyak tiga Roket Air dari perwakilan kelas 7, 8, 9, 10, dan 11. Untuk selanjutnya Roket Air Santri Al-Islam akan diikutsertakan dalam Lomba Roket Air se-DIY tingkat SMP dan SMA di UAD Yogyakarta pada Selasa, 6 Oktober 2015 dan berbagai lomba Roket Air lainnya.

Selamat dan Sukses.

"MENGABDI UNTUK BERBAKTI"

___________________________

Powered by: Blogger