Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Haflah Khotmil Qur'an

Kamis, 10 Desember 2015

Luruskan Niat, Bakar Semangat, Perbanyak Baca Quran Dan Shalawat

Alhamdulillah kita semua bisa menghadiri acara yang baik, mulia, utama, dan semoga diridhai oleh Allah swt., yakni majlis untuk menjaga hapalan Al-Quran. Karena, jika sudah memiliki hapalan Al-Quran lantas lupa, maka dosanya teramat besar. Salah satu bentuk maksiat lisan yakni jika sudah diberi anugerah berupa Al-Quran tetapi kok tidak digunakan untuk nderes.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda;

عرضت علي ذنوب أمتي فلم أر ذنبا أعظم من سورة من القرأن أو آية أوتيها رجل ثم نسيها
 
"Aku diperlihatkan oleh Allah semua dosa ummatku, tidak kulihat dosa yang lebih besar daripada orang yang dianugerahi bisa hapal satu ayat atau satu surat tetapi melupakannya.”
 
Apalagi jika satu Al-Quran yang dilalaikan.
 
Mengapa bisa menjadi dosa besar? Karena Al-Quran merupakan Kalamullah yang dimuliakan oleh Allah sendiri. Sesuatu yang Allah muliakan kok disepelekan. Maka anak-anak kalau sudah pulang ke rumah, berumah tangga atau bekerja, jangan sampai dilupakan Al-Qurannya. Dijaga. Syukur-syukur bisa seminggu sekali khatam. Atau paling tidak ya sebulan sekali khatam. Tanggal satu (bulan hijriyah), baca juz satu, tanggal dua baca juz dua, pelan-pelan, tartil, tanggal tiga baca juz tiga, dan seterusnya sampai tanggal tiga puluh baca juz tiga puluh, kalau satu bulan hanya dua puluh sembilan hari ya terakhir itu baca dua juz sekaligus.
 
Atau seperti penuturan salah satu santri Mbah Kiai Sirojan Muniro (Kediri); setiap jum’at dipaksa baca hapalan satu juz, jadi sebulan setidaknya dapat empat juz. Disimak oleh teman-teman, atau membaca sendiri. Jadi misalkan syawalan kali ini sudah berani baca sepuluh juz, ya tahun depan semoga bisa baca dua puluh atau tiga puluh juz sekalian. Ya harus punya himmah untuk itu.
 
Para sesepuh terdahulu memang ampuh, termasuk karamah Mbah Kiai Munawwir. Salah seorang murid beliau, Mbah Kiai Rifa’i (Giwangan), sering dimimpikan beliau ketika hapalannya agak ‘ruwet’. Ini ya karena kiainya ampuh, santrinya juga ampuh. Lagi-lagi didatangi beliau dalam mimpi. Jadi beliau sampai saat ini masih nderes, melancarkan lagi.
 
Majlis khataman seperti ini didatangi enam puluh ribu malaikat sebab kemuliaannya. Bahkan Mbah Kiai Arwani Amin (Kudus) menyatakan, tidak kurang dari enam puluh ribu itu, jadi bisa saja lebih dari enam puluh ribu malaikat.
 
إذا ختم العبد القرأن صلى عليه عند ختمه ستون ألف ملك
 
Bahkan di hadits lain, disebutkan bahwa ada lagi empat ribu malaikat yang mengamini doa dari enam puluh ribu malaikat tersebut. Padahal doa satu malaikat saja sudah ampuh.
 
Makanya, manfaatkan kesempatan seperti khataman ini, atau dalam sema’an rutin, termasuk untuk latihan juga. Kalau bisa ya pelan-pelan saja bacanya, meskipun susah. Tapi dibaca cepat ya silakan, asalkan masih bisa disimak dan jelas huruf-hurufnya. Jika bisa membaca pelan dengan baik, itu berarti memang benar-benar sudah lancar. Seperti halnya ketika membaca Surah al-Fatihah.
 
Maka dari itu, terkait khataman al-Quran ini, dahulu ada sahabat yang jadi ‘intel’, yakni Anas bin Malik, hobinya mencari-cari orang yang sedang mengkhatamkan al-Qur’an, untuk disodaqohi manisan atau kurma dan dimintai doa. Karena doa orang yang mengkhatamkan al-Qur’an diijabah oleh Allah.
 
وادع و انت موقن الإجابة # دعاء من يختم مستجابة
 
Mintalah dengan yakin akan terkabul, sebab permintaan orang yang mengkhatamkan al-Quran adalah mustajabah. Maka, kita harus mantap dalam meminta kebaikan bagi kita, keluarga, saudara, dan keturunan kita, kebaikan dunia dan akhirat.

Selain itu, syafa’at al-Quran juga luar biasa. Tidak ada pertolongan yang lebih agung derajatnya daripada syafa’at al-Quran, baik itu syafa’at malaikat maupun syafa’at para utusan.

ما من شافع أعظم عند الله منزلة من القرأن لا ملك ولا رسول
 
Karena syafa’at al-Quran menjaga orang tersebut sehingga tidak sempat tercebur ke dalam neraka, sedangkan syafa’at yang lain menolong seseorang setelah orang tersebut terpeleset menuju neraka.
 
و إن كتاب الله أوثق شافع # و أغنى غناء واهبا متفضلا
 
Dan sesungguhnya Kitab Allah lebih bisa dipercaya pertolongannya, ya dengan syarat harus benar bacaannya, baik panjang pendeknya.
 
Nah para santri, nanti jika kalian sudah menjadi ahlul quran yang digelari sebagai ahlulloh wa khosshotuh, harus baik tingkah lakunya,akhlaqnya, harus disesuaikan, selaras dengan apa yang dijaga. Jangan sampai kita menjadi apa yang didawuhkan Rasulullah; betapa banyak orang membaca al-Quran tetapi justru dilaknat oleh al-Quran itu sendiri.
 
Maka itulah, mari kita baca dengan baik, kita pahami, kita ketahui maknanya, lalu tentunya kita amalkan. Quran melarang berbohong, tapi kok masih suka bohong. Allah melarang berbuat dzalim, tapi kok masih kerap berbuat dzalim. Jangan sampai begitu.
 
Dan kalau wiridan nggak perlu model-model, apalagi cari kejadugan. Yang penting istiqomah nderes Quran. Mbah Kiai Sya’roni Ahmadi (Kudus) mengatakan; kalau sudah dikasih ampuh oleh Allah berupa al-Quran, masih kurang apalagi?

ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه إلا نزلت عليهم السكينة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده

Tidaklah berkumpul orang-orang di Rumah Allah, baik itu berupa masjid, langgar, atau di rumah masing-masing, saling membaca Kitab Allah, yakni al-Quran dan saling mudarosah, yakni salah seorang membaca dan yang lain menyimak, begitu terus secara bergantian, kecuali mereka itu akan dikaruniai ketenangan, tidak sumpek menjalani kehidupan, sebab dipayungi anugerah dari Allah, dan dijaga oleh para Malaikat, serta disebut-sebut, dibanggakan oleh Allah di alam malakut, di hadapan para malaikat.
 
Ya jadi kalau sudah mendapat naungan ketenangan dari Allah, penjagaan dari para malaikat, dan dibanggakan oleh-Nya, sudah lebih daripada kejadugan.
 
Alhamdulillah, dalam rangka mewujudkan ketenangan dan kedamaian hidup inilah kita sama-sama nderes, yang setahun sekali seperti Syawalan ini, maupun yang sebulan sekali.
 
Saya berwasiat kepada santri-santri, tatalah niat dalam menjaga al-Quran, yakni demi Ridha Allah semata. Khususnya kepada santri yang sudah di rumah, jangan sampai ingin memamerkan al-Quran, agar diundang, agar disanguni. Asalkan sudah ikhlas, ya rejeki bakal datang sendiri, tentu disertai dengan ikhtiar lahir semampunya. Mampunya dagang ya dagang, kerja ya kerja.
 
Pokoknya luruskan niat. Jangan sampai kita membaca al-Quran, bukannya mendapat pahala dan syafaat, melainkan justru dilaknat oleh al-Quran. Kita muhasabah masing-masing.
Ya asalkan rajin, mempeng, insyaallah dicukupi oleh Allah.
 
من شغله القرأن عن ذكري و مسألتي أعطيته أعظم ما أعطى السائلين

Orang yang tidak sempat meminta, dengan dzikir dan doa yang bermacam-macam, tetapi sibuk menjaga al-Quran, pokoknya nderes, nderes, nderes. Maka dia akan Allah karuniai dengan hal yang lebih agung dari apa yang diminta oleh para peminta.

Maka dari itu, perbanyaklah membaca al-Quran, dalam rangka menjaga karunia tersebut, terutama di waktu-waktu yang utama seperti bulan Ramadhan. Syukur-syukur dibaca di dalam shalat lima waktu.
Apalagi kalau sudah sibuk dengan kesibukan-kesibukan, jangan dilupakan al-Qurannya. Meskipun sibuk dengan hal-hal yang fardhu ‘ain. Jika dilupakan, dosa. Ngaji yang lain ya monggo, asalkan jangan dikesampingkan Qurannya. Mau kuliah, silakan S1, S2, atau S3, ya monggo, tapi jangan sepelekan al-Qurannya, harus tetap dijaga.

Menikah, kalau mempeng nderesnya ya nanti dapat. Kalau istiqomah nderes, besok ya dapat istri yang cantik. Pokoknya harus sibukkan waktumu dengan al-Quran, meski tidak sempat meminta ya bakal dikasih, insyaallah.

Menghapal al-Quran memang tidak mudah, apalagi menjaganya. Terutama jika sudah sibuk, maka harus punya semangat yang kuat. Jika sudah semangat dan berusaha sungguh-sungguh, tetapi masih ‘lepas-lepas’ hapalannya ya dima’fu, asalkan sudah benar-benar berusaha.

Terakhir, seperti sering disampaikan Pak Hafidz (Krapyak, adik Kiai Najib), jika ingin hidup mujur, bejo, mulia, harus memperbanyak membaca al-Quran, dan juga perbanyak shalawat. Minimal shalawat yang pendek seperti;
 
صلى الله على محمد
 
Atau shalawat thibbul quluub, kaamilah, munjiyah, dan lain-lainnya. Demikian saja apa yang bisa saya sampaikan.

إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
إلى حضرة النبي المصطفى سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم
ثم إلى حضرة آبائه وإخوانه من الآنبياء والمرسلين
وعلى آلهم و أصحابهم و الملائكة المقربين عليهم الصلاة والسلام
شيء لله لهم الفاتحة

*Sumber: mau’idzah Romo KH Muhammad Najib Abdul Qodir dalam Khotmil Qur’an, rangkaian acara Syawalan Madrasah Huffadh 1 Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, di Magelang, 16 September 2012. (http://www.almunawwir.com/2012/09/luruskan-niat-bakar-semangat-perbanyak.html)

Senin, 02 November 2015

Hikmah : Karomah Lelaki Beristri Cerewet

Cerita berikut ini bisa kita baca dalam kitab Uqûdul Lujjain karya Syekh Nawawi al-Bantani. Alkisah, seorang saleh mengunjungi rumah saudaranya yang juga terkenal saleh. Sebut saja Dullah dan Darsun. Setidaknya tiap tahun Dullah pergi menjumpai saudaranya itu.

Kali ini hampir saja Dullah tak bertemu Darsun. Begitu mengetuk pintu, yang terdengar adalah suara istri Darsun, "Siapa?"


"Saya saudara suamimu, datang untuk mengunjunginya"



"Suamiku sedang mencari kayu. Semoga ia tidak dikembalikan Allah ke rumah ini lagi." Dari balik pintu itu istri Darsun kemudian terus mencaci-maki suaminya. Habis-habisan.



Dullah hanya bisa menelan ludah, hingga akhirnya ia melihat Darsun pulang membawa kayu bersama seekor singa. Ya, Darsun meletakkan kayu itu di atas punggung binatang yang terkenal buas itu.



Sembari menurunkan kayu dari punggung singa, Darsun berujar kepada istrinya, "Kembalilah ke dalam. Semoga Allah memberkatimu," katanya yang lantas mempersilakan Dullah masuk ke dalam rumah.



Sambil mengucapkan salam, Darsun menampakkan air muka gembira menyambut kunjungan saudaranya itu. Tak lupa ia sajikan makanan untuk Dullah. Pertemuan pun terasa cair dan hangat.



Dullah lalu berpamitan. Tapi satu hal yang tetap menancap di pikiran Dullah: kekagumannya terhadap kesabaran Darsun menghadapi istrinya yang super cerewet, gemar mengolok suami sendiri, bahkan seperti melaknatnya. Darsun tak membalas lemparan kotoran dengan lemparan serupa.



Tahun berikutnya, Dullah berkunjung lagi. Sesaat selepas mengetuk pintu, sambutan ramah datang dari istri Darsun. Ucapan "Selamat datang" meluncur, disusul dengan pujian terhadap tamu. Perempuan itu juga memuji Darsun sembari menunggunya pulang.



Seperti biasa, Darsun pulang dengan membawa kayu bakar. Hanya saja, hari itu ia tak lagi bersama singa. Beban kayu bakar ia pikul sendiri di atas pundak. Darsun terlihat kian payah. Tapi sambutan yang menyenangkan terhadap saudaranya itu tidak berubah.



Tentang dua suasana berbeda yang ia alami, sebelum pamit Dullah memberanikan diri bertanya kepada Darsun. Mengapa perempuan yang menyambutnya berbeda dari perempuan tahun sebelumnya? Kemana pula singa perkasa yang dulu menggotong kayu itu?



Darsun memberi tahu, "Saudaraku, istriku yang berperilaku tercela itu telah meninggal dunia. Aku berusaha sabar atas perangai buruknya, sehingga Allah memberi kemudahanku untuk menaklukkan singa. Karena kesabaranku itu. Lalu aku menikah lagi dengan perempuan salehah. Aku sangat berbahagia dengannya. Hingga singa itu dijauhkan dariku, dan memaksaku memikul sendiri kayu bakarku."



Apa yang diceritakan Syekh Nawawi ini tentu bukan ingin melegitimasi perangai buruk seorang istri. Karena dalam kitab yang sama, ia berulang kali mengharuskan perempuan bersikap patuh dan menjaga tata krama terhadap suami.



Pesan moral dititikberatkan kepada cara suami menyikapi perilaku istri. Ketika situasi mendesak suami menghadapi kemungkinan terburuk, maka bersabar adalah langkah paling bijak. Sabar berarti kuat, bukan lemah, apalagi kalah. Sabar juga bisa menjadi modal dasar bagi usaha untuk memperbaiki. Kemenangan dan kemuliaan Darsun dalam kisah tersebut tercermin dari keistimewaan yang ia peroleh, sebagai imbalan dari kesabarannya yang luar biasa itu.



Hal sama juga bisa terjadi sebaliknya, yakni ketika istri terpaksa menghadapi perilaku suami yang jauh dari dambaan. Kesabaran adalah pilihan utama. Karena, sebagaimana dikutip Syekh Nawawi, Rasulullah bersabda:


مَنْ صَبَرَ عَلىَ سُوْءِ خُلُقِ زَوْجَتِهِ أَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَا أَعْطَى أَيُّوْبَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ مِنَ الأَجْرِ وَالثَوَابِ


"Siapa yang bersabar atas perangai buruk suami(istri)nya maka Allah memberinya ganjaran yang setimpal dengan anugerah yang diberikan kepada Nabi Ayub 'alaihis salam..."


*) Dullah dan Darsun adalah nama rekaan yang tak disebut Syekh Nawawi. Keduanya digunakan sekadar untuk memudahkan cerita.

Sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,62314-lang,id-c,hikmah-t,Karomah+Lelaki+Beristri+Cerewet-.phpx

Selasa, 20 Oktober 2015

Video As-Sayyid Alwi Al Maliky : Mengupas faham - Faham Yang Harus di Luruskan

Written By عبدالله مستغفرين on 01 Oktober 2015 | 6.06 AM

Assalamu alaikum Sahabat kali ini saya ingin menampilakn video dialog spectakuler dari Ulama Besar, Ulama Muhaddist (Hafalan Ribuan Hadist), Ulama yang Ahli dibidang Tauhid dan tentunya menjadi rujukan seluruh ulama sunni beliau adalah Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad Alawi AL Maliki dalam kitab MAFAHIM YAJIBU AN TUSHAHHAH
Dalam video ini berbahasa arap namun telah diterjemahkan oleh Ust. Muh. Ali Rahbini
Tema yang dalam dialoq : 
  • Pengkafiran (Taqfir) dan Vonis Sesat (Tadhlil) secara gegabah
  • Dampak Dab Pengaruh dari sikap taqfir
  • Ekstremisme dan Terorisme
 Semoga bermanfaat, silahkan dishare di facebook, twiter, maupun blog kawan. dengan menyebar kebaikan itu kita menjadi islam rahmatan lil alamin.
 
Silahkan di Share

8 Santri Al Islam Ikut MQK DIY 2015 Di Kulon Progo

Delapan santri Al Islam Jogja hari ini Selasa, 20 Oktober 2015 bersama Kafilah Kota Yogyakarta lainnya berangkat ke Kulon Progo mengikuti MQK tingkat DIY tahun 2015 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Haramain Sentolo Kulon Progo.

Kedelapan santri tersebut adalah :
  1. Iftitah Isykarima, Akhlak, Kitab Ta'lim Muta'alim (Putri)
  2. Sayyidatur Rofi'ah, Fiqih, Kitab Sulam Taufiq (Putri)
  3. Fahmi Agustian, Fiqih, Kitab Sulam Taufiq (Putra)
  4. Rizqa Ardia, Tarikh, Kitab Khulashoh Nurul Yaqin (Putri)
  5. Novi A Masykuroh, Akhlak, Kitab Kifayatul Atqiya (Putri)
  6. Muhammad Yogi Irawan, Balaghah, Kitab jauharul maknun (Putra)
  7. Nurchasanah, Tarikh Kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum(Putri)
  8. Fatimah, Kitab Ihya Ulumuddin (Putri)









Selasa, 13 Oktober 2015

Santri Al-Islam Raih 14 Juara MQK 2015 Kota Jogja

Santri Al-Islam Jogja berhasil meraih prestadi juara pada MQK (Musabaqah Qiratul Qutub) Kota Yogyakarta tahun 2015 yang berlangsung di Kantor Kemenag Kota Yogyakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2015. Lomba Kitab Kuning ini dalam rangka seleksi wakil Kota Yogyakarta untuk mengikuti MQK tingkat DIY yang akan datang di Kabupaten Kulon Progo.

Para santri Al-Islam Yogyakarta yang berhasil meraih prestasi juara adalah :

  1. Iftitah Isykarima Juara 1 Putri, Kitab Akhlak, Ta'lim Muta'alim
  2. Rani Septiana Juara 3 Putri, Kitab Akhlak, Ta'lim Muta'alim
  3. Sayyidatur Rofi'ah Juara 1 Putri, Fiqih Kitab Sulam Taufiq
  4. Rahma Nurul F Juara 3 Putri, Fiqih Kitab Sulam Taufiq
  5. Fahmi Agustian Juara 2 Putra Fiqih, Kitab Sulam Taufiq
  6. Rizqa Ardia Juara 2 Tarikh Putri, Kitab Khulashoh Nurul Yaqin 
  7. Laili Nur Avidatuz Zakia Juara 3 Putri Akhlaq Kitab Kifayatul Atqiya
  8. Novi A Masykuroh Juara 2 Putri Akhlaq Kitab Kifayatul Atqiya
  9. Muhammad Yogi Irawan Juara 2 Balaghah Putra Kitab jauharul maknun
  10. Nurchasanah Juara 1 Putri Tarikh Kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum
  11. Faroq Faraqih Juara 3 Putra Tarikh Kitab Rakhutul Makhtum
  12. Arinin Nadhifah Juara 3 Putri Kitab Alfiyah (Syarah Ibnu Aqil)
  13. Annisa Fitri Juara 3 Putri Hadits Kitab Syarah An Nawawi 'ala shohih Muslim
  14. Fatimah Juara 2 Putri Kitab Ihya Ulumuddin

Untuk selanjutnya para juara satu dan dua masing-masing cabang nantinya akan mewakili kota Yogyakarta pada MQK tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2015 di Pondok Pesantren Nurul Haromain, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo.

Selasa, 06 Oktober 2015

Launching Roket Air Al-Islam

Santri-santri Al-Islam Jogja melaunching Roket Air pada Ahad, 4 Oktober 2015 tepat jam 10.00 WIB di lapangan Condronegaran Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan ekstrakurikuler yang dibimbing oleh Rifqi Ramadani, SPd. guru IPA SMP Islam Yogyakarta.

Pada Ahad kemarin tampak antusias para santri mengikuti kegiatan tersebut bahkan secara simbolik diluncurkan sebanyak tiga Roket Air dari perwakilan kelas 7, 8, 9, 10, dan 11. Untuk selanjutnya Roket Air Santri Al-Islam akan diikutsertakan dalam Lomba Roket Air se-DIY tingkat SMP dan SMA di UAD Yogyakarta pada Selasa, 6 Oktober 2015 dan berbagai lomba Roket Air lainnya.

Selamat dan Sukses.

Hadroh Al-Islam Wakili Kota Jogja

Tim hadroh Al-Islam Jogja mewakili kota Yogyakarta pada LASQI tingkat DIY pada hari ini Selasa, 6 Oktober 2015 di Kanwil Kemenag DIY Jl. Sukonandi Yogyakarta.
Selamat dan Sukses.

Minggu, 04 Oktober 2015

MTQ 2015 Kota Yogyakarta : Santri Al Islam Bawa Pulang 9 Piala

Santri Al-Islam Yogyakarta berhasil meraih juara dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2015 yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta.   Pelaksanaan MTQ berlangsung pada Sabtu, 3 oktober 2015 bertempat di Komplek Balaikota dan dibuka oleh Walikota Yogykarta.
Abu Aqdam (Humas) mengatakan Santri Al-Islam adalah wakil Kecamatan Mantrijeron, kontingen Al-Islam terdiri dari M Athoillah Juara 3 MHQ 1 Juz dan Tilawah putra. Rahma  Juara 3 MTrQ, Rizki Cahyani Juara 3 MHQ 1 Juz dan Tilawah Putri, Marfuatin Muthoharoh, Juara 2 MHQ 1 Juz dan Tilawah Putri, Yuni Juara 2 MHQ 5 Juz dan Tilawah Putri, Julia Juara 2 Essay, Fatim Juara 3 ..., Huda, faroq, dan ma'ruf, Juara 2 MSQ, sedangkan Rizka, Rani, dan Lita. Juara 3 MSQ.

Ketua Panitia MTQ Tingkat Kota Yogyakarta, H. Muh Jazih dalam laporannya mengatakan Cabang yang dilombakan adalah  MTQ, Musabaqah Hifdzil Quran,  Musabaqah Tafsir Quran, Musabaqah Fahmil Quran, Musabaqah Syahril Quran,  Musabaqah Khattil Quran dan  Musabaqah Makalah Ilmiyah Al Quran dengan jumlah total 213 orang kafilah dari perwakilan 14 kecamatan se kota yogyakarta. Para pemenang nantinya akan disiapkan mewakili Kota Yogyakarta dalam MTQ tingkat DIY tahun 2016  di Kabupaten Gunung Kidul.

Minggu, 06 September 2015

Juara Harapan Porsadin DIY DIY

Bayu Hijra Hidayat
Akhirnya santri Al-Islam Yogyakarta tampil sebagai juara harapan pada Porsadin DIY Tahun 2015 yang dilaksanakan Sabtu, 5 September 2015 di Kanwil Kemenag DIY Jalan Sukonandi Yogyakarta.
  1. Rizkqi Cahyani (Juara Harapan 1 Kaligrafi Putri)
  2. Bayu  Hijrah Hidayat (Juara Harapan 2 Atletik 80 M)
  3. R. Nadia (Juara Harapan 2 Pidato Bahasa Indonesia Putri)
Selamat dan tetap semangat. Harapan Prestasi Terbaik menantimu!!!

Jumat, 04 September 2015

JASAD PROF. DR. AS-SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI MASIH UTUH


~Setahun pasca wafatnya Habib
Muhammad bin 'Alwi Al-Maliki Al-Hasani Mekkah, orang-orang Wahabi yang berniat mau menghinakan Habib Muhammad, karena kebiasaan di Mekkah jika jenazah sudah hancur maka akan dipindah ke tempat lain agar areal lama dimasukkan jenazah yang baru; kemudian orang Wahabi melakukan penggalian makam beliau, awalnya mereka berharap agar apa yang mereka temukan pasca 1 tahun adalah jenazah yang sudah hancur, tapi apa dikata ?

Ternyata tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya, JENAZAH Habib Muhammad masih UTUH.

~2 tahun kemudian, mereka menggali kembali makam Habib Muhammad, apa dikata? JENAZAH pun masih utuh, bahkan RAMBUT dan KUKU beliau terlihat tumbuh panjang.

~5 tahun kemudian, dilakukan hal yang sama, dan ternyata JENAZAH beliau MASIH UTUH, bahkan TERCIUM AROMA WANGI YANG WANGINYA MELEBIHI WANGINYA KAYU GAHRU

Subhanallah… Kejadian ini sudah mentaubatkan orang-orang Salafi Wahhabi.

Sumber: Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun (Bangil)

beliau pulang ke rahmatullah pada 15 Ramadhan 1425H bersamaan 29 Oktober 2004, waktu subuh, hari Jumaat.

Biografi beliau

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain-lain.
Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, dan memperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhur al Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya.
Sayyid Muhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seorang ‘alim kontemporer dalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf, dan biografi Nabawi (sirah). Sayyid Muhammad al-Makki merupakan seorang ‘aliim yang mewarisi pekerjaan dakwah ayahanda, membina para santri dari berbagai daerah dan negara di dunia Islam di Makkah al-Mukarromah. Ayahanda beliau adalah salah satu guru dari ulama-ulama sepuh di Indonesia, seperti Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Maimun Zubair dan lain-lain.
Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul “Hadist al-Jumah”. Begitu pula ayah beliau adalah seorang Qadhi yang selalu di panggil masyarakat Makkah jika ada perayaan pernikahan.
Selama menjalankan tugas da’wah, Sayyid Alwi bin Abbas Almaiki selalu membawa kedua putranya Muhammad dan Abbas. Mereka berdua selalu mendampinginya kemana saja ia pergi dan berceramah baik di Makkah atau di luar kota Makkah. Adapun yang meneruskan perjalanan dakwah setelah wafat beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Sayyid Abbas selalu berurusan dengan kemaslahatan kehidupan ayahnya.
Sebagaimana adat para Sadah dan Asyraf ahli Makkah, Sayyid Alwi Almaliki selalu menggunakan pakaian yang berlainan dengan ulama yang berada di sekitarnya. Beliau selalu mengenakan jubbah, serban (imamah) dan burdah atau rida yang biasa digunakan dan dikenakan Asyraf Makkah.

Dalam meneruskan perjuangan ayahandanya, Sayyid Muhammad sebelumnya mendapatkan sedikit kesulitan karena beliau merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah melanjutkan studi dan ta’limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihannya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidil Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universitas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta’lim dan pondok di rumah beliau. Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjidil haram atau di rumah tidak bertumpu pada ilmu tertentu seperti di Universitas, akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan mencicipi apa yang diberikan Sayyid Muhammad
Maka dari itu beliau selalu menitik beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya, beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama. Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di Indonesia, India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dakwah Sayyid Muhammad al Maliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit yang masuk ke dalam pemerintahan.
Foto: Beliau bersama Al-Habib Al-Imam Al-Quthb Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih al-Husaini, pendiri pesantren Darul Hadits, Malang, Jawa Timur.
Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari, beliau juga mengasuh pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar, para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama. Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih- lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah.
Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku, baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan memecahkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang benar bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan.
Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, mereka sangat pandai, di samping menguasai bahasa Arab, mereka juga menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan pegangan dan referensi di negara-negara mereka.
Pada akhir hayat beliau saat terjadi insiden teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syekh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti “Hiwar Fikri” di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 DhulQo’idah 1424 H dengan judul “Al-qhuluw wal I’tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah”, di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist (keras). Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul “Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama”. Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da’wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas. Pada tg 11/11/1424 H, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da’wah.
Di samping tugas beliau sebagai da’i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau juga seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll. Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red.) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara.
Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka. Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan oleh ‘rumah Najd’ dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf. Saat kaum Salafi-Wahhabi mendiskreditkan beliau, beliau pun menulis lebih banyak buku dan mendirikan Zawiyyah beliau sendiri yang menjadi “United Nations” (Perserikatan Bangsa- Bangsa) dari para ‘Ulama.

Akhirnya, protes dari dunia Muslim memaksa kaum Salafi-Wahhabi untuk menghentikan usaha mereka mem-peti es-kan sang ‘alim kontemporer’ yang paling terkenal dalam mazhab Maliki ini. Beberapa di antara mereka bahkan mulai mendukung beliau. Kedengkian mereka sebenarnya didorong oleh fakta bahwa Sayyid Muhammad al-Maliki jauh lebih unggul untuk dijadikan tandingan mereka. Dengan sendirian saja, beliau mengambil Islam Sunni dari klaim tangan-tangan Neo-Khawarij Salafi-Wahhabi dan menempatkannya kembali ke tangan mayoritas ummat ini. Melalui berbagai karya-karyanya yang menonjol, beliau menyuntikkan kepercayaan diri yang amat dibutuhkan dalam perdebatan saat kaum jahil yang mengandalkan ijtihad pribadi mulai meracuni pemikiran umat Islam.
Beliau Wafat

Jumat 15 Ramadhan, Makkah dan dunia Islam menangis. Setelah azan subuh dikumandangkan dan sholat subuh didirikan di Masjidil Haram- Makkah, tersiarlah berita bahwa Sayyid Mohammad bin Alwi Almaliki, wafat. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah, setelah beberapa jam saja berjuang melawan penyakit yang datang secara mendadak. Berita itu membuat cukup kabut keluarga, murid-muridnya, dan masyarakat Makkah yang tengah menunggu kepulihan kembali kesehatan beliau. Tapi sebaliknya berita yang didengar adalah wafatnya beliau. Ini benar-benar yang membuat mereka menjadi kalang kabut.
Begitu mendengar berita duka dari mulut ke mulut, ribuan masyarakat pencinta beliau panik. Mereka kalang-kabut dan berbondong-bondong menyerbu rumah kediaman beliau untuk menyaksikan kebenaran wafatnya beliau yang secara mendadak. Karena mereka hampir tidak percaya dengan berita itu. Suasana pun tambah panik lagi pagi itu setelah jasad Almarhum dibawa dari rumah sakit ke rumah beliau.
Ribuan orang berduyun-duyun ke rumah beliau ingin menyaksikan jenazah Almarhum secara langsung. Kepanikan warga Makkah itu membuat macet lalu-lintas. Jalan menuju Hay al Rashifah, rumah kediaman beliau, dipadati kendaraan dan manusia.
Beberapa jam sebelum kepulangan beliau ke rahmatullah, tidak sedikit masyarakat dan santri datang seperti biasa ke rumahnya di hay Rashifah Makkah untuk mendengarkan wejangan dan ceramah Ramadhan yang biasa di berikan setiap hari usai sholat tarawih. Mereka semua mendunggu ceramah dan nafahat ramadhaniyah khususnya ceramah tentang perang Badar yang dijanjikan beliau akan diutarakannya pada pertengahan bulan yang suci Ramadhan.
Akan tetapi Allah telah merencanakan kematian beliau di hari itu yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Pada saat itu Sayyid Mohammad bin Alwi al Maliki mendapatkan serangan jantung secara mendadak dan segera dibawa kerumah sakit. Hanya beberapa jam saja beliau tinggal di rumah sakit dan dengan kesedihan yang dalam diberitakan beliau telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Beliau wafat hari jumat tgl 15 ramadhan 1425 H ( 2004 M) dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la disamping makam istri Rasulallah Saw. Khadijah binti Khuailid Ra. dengan meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alawi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini.

Dan yang menyaksikan pemakaman beliau hampir seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, setelah disholatkan di Masjidil Haram ba’da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza’. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat. Ketika jenazah Sayyid Muhammad Al Maliki hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian menggusung jenazahnya. Dikabarkan toko-toko di sekitar Masjidil Haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita. Kebesaran keluarga Al Maliki, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara Afrika, Mesir, dan Asia Tenggara. Jadi tidak heran dengan meninggalnya Sayyid Muhammad Al Maliki umat Islam telah kehilangan satu ulama yang telah mengoreskan tinta sejarah perjuangan menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini yang menjadi tauladan buat kita semua.

Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah, ilmu, teladan dihati hati kami. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Selamat tinggal pahlawan yang jujur, ikhlas dalam amal dan perbuatanya. Selamat jalan… selamat jalan,.. kebaikan dan kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan disaat wafatmu. Kamu telah hidupi hari hari mu didunia dengan mulia, dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. Jika sekarang kita telah berpisah untuk sementara, maka kami pasti akan menyusulmu Insya Allah dan kita pasti akan bertemu dan berkumpul kembali.
Murid Beliau di Indonesia

Sayid Muhammad Al Maliki mendirikan tidak kurang 30 buah pesantren dan sekolah di Asia Tenggara. Karangannya mencapai puluhan kitab mengenai usuluddin, syariah, fikih dan sejarah Nabi Muhammad. Ia mendapat gelar profesor dari Universitas Al-Azhar pada tanggal 6 Mei 2000. Ratusan murid yang menampa pendidikan di pesantrennya, biaya makan dan pemondokan ditanggungnya, alias gratis.

Menurut Habib Abdurahman A Basurrah, wakil sekjen Rabithah Alawiyah yang lama mukim di Arab Saudi, di Indonesia di antara murid-murid Al-Maliki banyak yang menjadi ulama terkenal dan pendiri dari berbagai pesantren. Murid-muridnya itu antara lain Habib Abdulkadir Alhadad, pengurus Al-Hawi di Condet, Jakarta Timur; Habib Hud Baqir Alatas pimpinan majelis taklim As-Shalafiah; Habib Saleh bin Muhammad Alhabsji; Habib Naqib Bin Syechbubakar yang memimpin majelis taklim di Bekasi; Novel Abdullah Alkaff
yang membuka pesantren di Parangkuda, Sukabumi.
Di antara ulama Betawi lainnya yang pernah menimba ilmu di Makkah adalah KH Abdurahman Nawi, yang kini memiliki tiga buah madrasah/pesantren masing-masing di Tebet, Jakarta Timur, dan dua di Depok. Masih belasan pesantren dan madrasah di Indonesia yang pendirinya adalah alumni dari Al-Maliki. Seperti KH Ihya Ulumuddin yang memiliki pesantren di Batu, Malang. Demikian pula Pesantren Riyadul Solihin di Ketapang (Probolinggo), dan Pondok Pesantren Genggong, juga di Probolinggo.
Karya-karya Beliau:

Aqidah

* Mafahim Yajib ‘an Tusahhah (read online)
* Manhaj al-Salaf fi Fahm al-Nusus
* Al-Tahzir min al-Takfir
* Huwa Allah
* Qul Hazihi Sabeeli
* Sharh ‘Aqidat al-‘Awam

Tafsir

* Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an
* Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la
* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ulum al-Quran
* Hawl Khasa’is al-Quran

Hadits

* Al-Manhal al-Latif fi Usul al-Hadith al-Sharif
* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ilm Mustalah al-Hadith
* Fadl al-Muwatta wa Inayat al-Ummah al-Islamiyyah bihi
* Anwar al-Masalik fi al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik

Sirah

* Muhammad(Sall Allahu ‘Alayhi Wa Sallam) al-Insan al-Kamil
* Tarikh al-Hawadith wa al-Ahwal al-Nabawiyyah
* ‘Urf al-T ‘arif bi al-Mawlid al-Sharif
* Al-Anwar al-Bahiyyah fi Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah
* Al-Zakha’ir al-Muhammadiyyah
* Zikriyat wa Munasabat
* Al-Bushra fi Manaqib al-Sayyidah Khadijah al-Kubra

Ushul

* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi Usul al-Fiqh
* Sharh Manzumat al-Waraqat fi Usul al-Fiqh
* Mafhum al-Tatawwur wa al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah

Fiqh

* Al-Risalah al-Islamiyyah Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha
* Labbayk Allahumma Labbayk
* Al-Ziyarah al-Nabawiyyah bayn al-Shar‘iyyah wa al-Bid‘iyyah
* Shifa’ al-Fu’ad bi Ziyarat Khayr al-‘Ibad
* Hawl al-Ihtifal bi Zikra al-Mawlid al-Nabawi al-Sharif
* Al-Madh al-Nabawi bayn al-Ghuluww wa al-Ijhaf

Tasawwuf

* Shawariq al-Anwar min Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar
* Abwab al-Faraj
* Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar
* Al-Husun al-Mani‘ah
* Mukhtasar Shawariq al-Anwar

Lain-lain

* Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Kota Mekah)
* Al-Mustashriqun Bayn al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Study of Orientalism)
* Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sports in Islam)
* Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila Allah (Methods of Dawah)
* Ma La ‘Aynun Ra’at (Description of Paradise)
* Nizam al-Usrah fi al-Islam (Islam and Family)
* Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah (Contemporary Muslim world)
* Kashf al-Ghumma (Virtues of helping fellow Muslims)
* Al-Dawah al-Islahiyyah (Call for Reform)
* Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Collection of speeches)
* Sharaf al-Ummah al-Islamiyyah (Superiority of the Muslim Ummah)
* Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Prophetic methods of education)
* Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid Abbas (Set of Grandfather’s Ijazahs)
* Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid al-Alawiyyah (Set of father’s Ijazahs)
* Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min al-Musalsalat wa al-Asanid (Set of Ijazahs)
* Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah wa al-Asanid (Set of Ijazahs)

Sumber : http://www.gemasholawat.com/2012/05/jasad-prof-dr-as-sayyid-muhammad-al.html

Senin, 24 Agustus 2015

Juara Porsadin 2015 Kota Jogja

Santri Al-IslamYogyakarta berhasil meraih prestasi juara pada Porsadin (Pekan Olah Raga dan Seni Santri Diniyah) Kota Yogyakarta Tahun 2015 yang dilaksanakan pada Ahad, 23 Agustus 2015 oleh Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Jalan Ki mangunsaskoro Yogyakarta. 

Abu Aqdam (Humas) menyatakan bahwa kegiatan ini sekaligus merupakan seleksi untuk memilih wakil Kota Yogyakarta pada Porsadin Tingkat DIY bulan September yang akan datang.
Porsadin tahun 2015 ini dilaksanakan di Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Untuk cabang Seni sedangkan untuk cabang olaheaga di stadion mandala krida Yogyakarta. Santri Al-Islam tersebut yang berhasil meraih prestasi juara adalah :
  1. Rahma Nurul Fauziah (Juara 1 Tartil dan Imla' Al Quran Putri)
  2. Bayu Hijrah Hidayat (Juara 2 Atletik 80 M Putra)
  3. Rizqi Cahyani (Juara 3 Kaligrafi Putri) 
  4. R. Nadia (Juara 3 Pidato Bahasa Indonesia Putri)
  5. M. Athoillah yang juga tampil sebagai juara 2 cabang Tahfidz Putra.
Selanjutnya mereka akan mewakili Kota Yogyakarta pada Porsadin Tingkat DIY yang akan dilaksanakan besuk pada Sabtu, 5 September 2015 di Kemenag DIY jalan Sukonandi Yogyakarta.
Selamat dan tingkatkan prestasimu !

Rabu, 24 Juni 2015

Doa Setelah Witir

Berdoalah karena Allah akan mengabulkan permohonan doa hambanya, itulah janji Allah SWT. Apalagi dilaksanakan pada saat yang mustajab, ketika berdoa, yaitu ketika selesai sholat, terlebih lagi ketika malam hari mendirikan sholat tahajut dan witir.

Berikut adalah doa yang baik dibaca ketika selesai mendirikan sholat witir:


Bangunlah di waktu malam ketika semua orang sedang tidur, dirikan sholat dan berdoalah. Karena tiada yang dapat merubah taqdir Allah kecuali dengan doa. Saat malam di sepertiga akhir malam, sedikitlah kompetitor yang sama mengharap rahmat dan dikabulkannya doa oleh Allah.

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallaah, Allahu Akbar, Allaahummaghfirli, Allahummarhamni, Allahummarzuqni.

Terjagalah dengan rahmat Allah SWT.  Aamiin.

Semoga bermanfaat.

SMP ISLAM YOGYAKARTA: DOA KAMILIN

SMP ISLAM YOGYAKARTA: DOA KAMILIN: بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالإيْمَانِ كَامِلِيْنَ ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلاةِ حَ...


DOA KAMILIN : Doa Setelah Tarawih

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالإيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ،وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ العَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا.اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ الليلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العالمِينَ

Allahummaj 'alnaa bil iimaani kaamiliin, walil faraaidli muaddiin, walish-shalaati haafidhiin, waliz-zakaati faa 'iliin, walima 'indaka thaalibiin,wali'afwika raajiin, wabilhudaa mutamassikiin, wa'anil-laghwi mu'ridliin,wafid-dunya zaahidiin, wafil aakhirati raaghibiin, wabilqadlaa-i raadliin,walinna'maa-i syaakiriin, wa 'alal balaa-i shaabiriin, watahta liwaa-i sayyidina muhammadin saw yaumal qiyaamati saa-iriin, wa-ilal haudli waaridiin, wa-ilal jannati daakhiliin, waminan-naari naajiin, wa 'ala sariiril karaamati qaa 'idiin, wamin huuril 'aini mutazawwijiin, wamin sundusin wa istabrakin wadiibaajin mutalabbisiin, wamin tha'aamil jannati aakiliin, wamin labanin wa 'asalin mushaffan syaaribiin, bi-akwaabin wa abaariqa waka'sin man ma'iin, ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasy- syuhadaa-i wash-shaalihiin, wahasuna ulaa-ika rafiiqa, dzaalikalfadl lu minallaahi wakafaa billaahi 'aliima. Allaahummaj 'alna fii haadzihil-lailatisy - syariifatil mubaarakati minas su'adaa-il maqbuuliin, walaa taj'alnaa minal asyqiyaa-il marduudiin, washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa-aalihi wa shahbihi ajma'iin, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdulillaahi rabbil'aalamiin.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, sanggup menjalankan semua kewajiban, mampu menjaga shalat, bisa mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan dan berpegang teguh pada petunjuk-Mu juga dipalingkan dari segala permainan/tipu daya, tergolong menjadi orang-orang yang zuhud di dunia dan mencintai kehidupan akherat, ridha akan qadha' yang sudah digariskan, bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan, sabar atas segala musibah, termasuk orang-orang yang beralan di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad, pada hari kiamat sekaligus bisa  mendatangi telaga kautsar, yang masuk ke dalam surga, dan selamat dari api neraka, menjadi orang-orang yang bisa duduk di atas dipan kemuliaan, mempersunting bidadari, yang berpakaian sutra, yang bisa menikmati hidangan surga, minum air susu dan madu yang murni dengan gelas dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat yaitu dari golongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.Kesemuanya itu adalah anugerah dari Allah, dan cukuplah Dia sebagai Dzat yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk golongan orang-orang yang beruntung yang diterima segala permohonannya,dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang celaka yang tidak diperkenankan amalnya, Shalawat beserta salam Allah semoga tetap terlimpahkan atas pemimpin kami Nabi Muhammad Saw, keluarga dan semua sahabatnya dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling Pengasih diantara para pengasih. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Sabtu, 13 Juni 2015

Pengajian Akhirussanah dan Songsong Romadlon 1436 H

Pondok Pesantren Al Islam Yogyakarta menggelar kegiatan akhirussanah dan songsong Romadlon 1436 H yang Insya Allah akan dilaksanakan besuk pada Ahad Wage, 14 Juni 2015 di Pendopo ndalem Condronegaran Gedongkiwo Yogyakarta mulai jam 19.30 WIB.

Rangkaian Acara kegiatan tersebut telah diawali dengan ziarah maqbarah, sedangkan mulai hari ahad pagi akan dilaksanakan :
  • Ba'da sholat Subuh : "Semaan Al Quran" ( 06.00 - 17.00)
  • Pemeriksaan kesehatan Gratis
  • Ba'da sholat Isya' : Khataman kitab Aqidatul Awam dan kitab hidayatussibyan
  • Istighatsah, Manaqib Syech Abdul Qadil Al Jailani, dan Maulidurrasul SAW.
  • Sambutan-sambutan
  • Pengajian oleh : Al Habib KH. Hasan Aqil Ba'abud dari Bulus Purworejo.
  • Penutup

"MENGABDI UNTUK BERBAKTI"

___________________________

Powered by: Blogger