Jumat, 09 November 2012

Haji dan Sabar



Sikap paling menonjol dari seorang haji adalah kesabarannya, penampilannya tenang, dan tidak meledak-ledak. Ini merupakan salah satu buah yang diperoleh dari perjalanan spiritualnya. Karenanya, ada yang menjadikan sabar sebagai salah satu alat ukur, apakah seorang yang berhaji mabrur atau tidak. Mereka yang telah berketetapan hati melaksanakan haji, berarti telah menjatuhkan pilihan untuk mengikuti sebuah prosesi yang hamper seluruh aktifitasnya memerlukan kesabaran. Dari ketika memulai menabung ongkos, mendaftarkan diri, mengurus persyaratan administrasi, saat berada di embarkasi, sampai pada pemberangkatan ke Tanah suci.

Acara-acara ritual seperti tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, melempar jumrah di Mina, tak satupun terlepas dari landasan kesabaran. Sebaliknya, sangat mustahil seseorang bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut tanpa bersikap sabar.


Kesabaran dalam pelaksanaan haji sudah dicontohkan oleh pelaku pertama haji Nabi Ibrahim as, ketika dia diuji Allah lewat perintah mengurbankan putranya, Ismail. Kendati tidak masuk dalam rukun atau wajib haji, tapi ibadah kurban hanya sah dilakukan pada hari yang ditentukan, yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 13 di bulan Dzulhijjah.

Begitu pula dengan Siti Hajar yang bersusah payah mencarikan minum bagi putranya, Ismail. Di tengah padang pasir yang tandus dia harus berjuang dengan sabar mencari air demi mengobati rasa haus Ismail. Perjuangan Siti Hajar dengan berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwah, kini dijadikan salah satu rukun haji, yang disebut dengan sa’i.

Di dalam Al Qur’an, berita tentang ibadah haji juga diletakkan berderetan dengan ayat-ayat Allah yang membawa berita tentang kesabaran. Pada surat Al Baqarah ayat 153 Allah SWT. berfirman tentang kecintaannya dan penghormatannya pada orang-orang yang sabar,
$ygƒr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãYÏètGó$# ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ  
153. Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

[99] Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.


sementara pada ayat 158, Allah SWT. berfirman tentang haji.

* ¨bÎ) $xÿ¢Á9$# nouröyJø9$#ur `ÏB ̍ͬ!$yèx© «!$# ( ô`yJsù ¢kym |MøŠt7ø9$# Írr& tyJtFôã$# Ÿxsù yy$oYã_ Ïmøn=tã br& š§q©Ütƒ $yJÎgÎ/ 4 `tBur tí§qsÜs? #ZŽöyz ¨bÎ*sù ©!$# íÏ.$x© íOŠÎ=tã ÇÊÎÑÈ  
158. Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah[102]. Maka Barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, Maka tidak ada dosa baginya[103] mengerjakan sa'i antara keduanya. dan Barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri[104] kebaikan lagi Maha mengetahui.

[102] Syi'ar-syi'ar Allah: tanda-tanda atau tempat beribadah kepada Allah.
[103] Tuhan mengungkapkan dengan Perkataan tidak ada dosa sebab sebahagian sahabat merasa keberatan mengerjakannya sa'i di situ, karena tempat itu bekas tempat berhala. dan di masa jahiliyahpun tempat itu digunakan sebagai tempat sa'i. untuk menghilangkan rasa keberatan itu Allah menurunkan ayat ini.
[104] Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, mema'afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya dan sebagainya.

Sebagai ibadah yang dibangun di atas pondasi kesabaran, mempersiapkan dan melaksanakan haji haruslah steril dari ketergesa-gesaan, perilaku maksiat dan dosa, atau perbuatan meninggalkan tanggung jawab yang dibenci Allah.
Karena itu, seorang (calon) haji haruslah terlebih dahulu menyelesaikan segala kewajibannya secara maksimal. Kalaupun dia kepala keluarga, maka harus mencukupi kebutuhan keluarganya. Dan bila seorang pemimpin masyarakat harus menyelesaikan tugas-tugas kemasyarakatan atau tugas kenegaraannya.

Berdasarkan perintah wajib bagi yang sudah mampu, ibadah haji seumur hidup hanya satu kali, adapun yang pernah mengulang, itu hanyalah sunah. Apabila ada kelebihan harta, lebih baik diinfaqkan, atau dishodaqohkan di daerahnya, untuk kepentingan fakir miskin atau pembangunan tempat ibadah. Ini termasuk dalam makna kesabaran.

0 komentar:

Posting Komentar

"MENGABDI UNTUK BERBAKTI"

___________________________

Powered by: Blogger