Sabtu, 18 Februari 2012

Munajat


Ya Allah ...
Tuhanku, sungguh aku tidaklah pantas menjadi penghuni surga Firdaus.
Namun tidak pula aku sanggup di dalam neraka-Mu.
Maka anugerahkanlah padaku taubat dan ampunilah dosa-dosaku.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar.
Dosaku-dosaku seperti bilangan pasir di pantai.
Maka anugerahkanlah padaku ampunan, Wahai Yang Maha Pemilik Keagungan.
Umurku berkurang setiap hari.
Sedangkan dosaku terus bertambah, duhai bagaimanakah aku akan menanggungnya.
Tuhanku, hamba-Mu yang berlumur dosa datang menghadap-Mu.
Jika Engkau mengampuni, sungguh hanya Engkaulah Yang Maha pantas mengampuni.
Namun jika Engkau menolaknya,
Kepada siapakah lagi kami berharap?

Berdoa menjadi bagian terpenting dalam ajaran Islam. Dalam doa terkandung unsur kepasrahan, ketundukan, harapan, keimanan pada kebenaran janji-janji Allah SWT, dan peneguhan kedudukan manusia sebagai hamba-Nya. Itulah sebabnya, para nabi, para wali, dan orang-orang yang shalih, merasa teramat butuh untuk berdoa kepada Allah SWT.

Doa akan mampu menghidupkan hati yang gelap bila doa-doa yang kita panjatkan itu dilakukan bukan hanya dengan lisan yang tulus penuh pengakuan, tapi juga hati yang hadir dan memahami makna dan setiap doa yang kita ucapkan.

Doa adalah saripati ibadah
Doa merupakan senjatanya orang mukmin
Seandainya kamu mengenal Allah dengan sebenar-benarnya kenal, niscaya gunung akan runtuh dengan doa yang kamu panjatkan.

Bait-bait doa yang menyentuh ini adalah bagian dari doa-doa yang telah diamalkan sebagai wiridan para shalihin dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Berikut ini Munajat Gus Dur :



atau download : 



1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum
    Sungguh menyentuh do'a ini, dan sangat pas kita rasakan !!! Kenapa, ada yang menyatakan ini do'a ABUNAWAS ? Bagaimana riwayatnya ? mungkin ada yang bisa jelaskan !!! Tanks. Wassalam

    BalasHapus

"MENGABDI UNTUK BERBAKTI"

___________________________

Powered by: Blogger